May 25 2008
Dana Persib Membengkak 20%
Akibat Kenaikan Harga BBM
BANDUNG, (PR).-
Biaya transportasi dan akomodasi Persib pada Liga Super Indonesia 2008 akan mengalami pembengkakan 20 persen, akibat dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Pembengkakan terjadi, terutama untuk biaya pesawat dan penginapan saat tandang.
Ketua Harian Persib Edi Siswadi mengatakan, untuk mengatasi membuncitnya biaya, Persib akan meminta tambahan anggaran 15-20 persen pada APBD perubahan 2008. Menurut dia, pada kompetisi 2007 lalu dengan kompetisi dua wilayah dan menyelesaikan 34 pertandingan, Persib menghabiskan dana Rp 23 miliar. Namun, pada LSI 2008 dengan jumlah pertandingan sama kebutuhan akan membengkak, karena jarak pertandingan makin jauh, biaya perjalanan, dan akomodasi terutama ke wilayah timur akan semakin mahal, sebab harga-harga naik.
Kemungkinan, kata Edi saat ditemui seusai pembukaan Porkot Bandung 2008 dan launching tim “Pangeran Biru” LSI 2008 di Stadion Siliwangi Bandung, Sabtu (24/5), tahun ini anggaran Persib akan membengkak hingga Rp 25-26 miliar. Dari biaya yang diperoleh sekarang yaitu Rp 16,5 miliar, hampir 80 persennya tersedot untuk kontrak pemain dan pelatih, sehingga dana transportasi dan akomodasi masih harus dicari dari sumber lain.
Berdasarkan data APBD murni 2008 Pemkot Bandung, biaya transportasi dan akomodasi yang dianggarkan sebelum kenaikan harga BBM Rp 2,6 miliar, dengan perincian akomodasi/konsumsi Rp 1,5 miliar dan transportasi/uang pertandingan Rp 1,1 miliar.
“Kami akan melakukan efisensi dari biaya perlengkapan, namun di luar kebutuhan pemain. Akan ada pengurangan kuota pada laga tandang, tetapi tetap itu di luar kuota pemain yang dibawa,” ujar Edi.
Beruntung, mulai 28 Mei, lapangan Stadion Persib sudah bisa digunakan untuk latihan. Hal itu sedikit banyak bisa mengurangi pengeluaran untuk biaya sewa lapang, yang persentasinya bisa mencapai 10 persen dari seluruh pengeluaran biaya latihan.
“Dengan naiknya harga BBM, sebenarnya bisa dibilang efisiensi tidak tercapai karena adanya pembengkakan di sektor lain. Namun, kita masih diuntungkan, karena pengeluaran di sisi biaya tempat latihan dan tempat tinggal pemain sudah bisa ditekan dengan adanya mes dan lapangan di stadion Persib,” kata Edi.
Di sisi lain, menurut Edi, hal ini bisa membantu konsentrasi pemain agar lebih fokus pada latihan. Energi pemain pun bisa lebih efisien, karena tidak kelelahan di perjalanan.
Hak paten
Mulai Oktober 2008, setelah berubah menjadi perseroan terbatas (PT), rencananya Persib akan mengurus hak paten untuk logo dan simbol-simbol yang berbau Persib pada merchandise, seperti kaus, mug, bola, dll. Sehingga, ke depannya Persib berhak atas royalti dari merchandise tersebut. Ini akan menjadi sumber pemasukan lain bagi Persib.
“Setelah menjadi PT, kan Persib harus berdiri sendiri. Semua potensi yang bisa dikomersialkan tentu akan kita manfaatkan untuk sumber dana Persib. Namun, untuk besarnya royalti belum ditentukan,” katanya.
Edi mencontohkan penggunaan logo. Jika digunakan perusahaan besar maupun industri rumah tangga, pada benda apa pun, tidak akan terlepas dari kewajiban membayar royalti. Beberapa persen dari keuntungan yang diterima pengusaha, akan menjadi sumber pemasukan Persib. “Ya, kita share, lah. Namun, kalau soal aturannya, masih kita godok,” ujarnya. (A-161/A-150)***
Sumber : Pikiran Rakyat
Random Posts |
One Response for “Dana Persib Membengkak 20%”
Leave a Reply








kalau bener emang kacau.
mendingan buat yang lain dananya.
hehe
semoga persib juara!
walau kita sedang berkabung
atas yg terjadi pada persib!
tetap semangat Kang Jaya!!