146 views

Jul 18 2008

Eka Ramdani Merambah Bisnis Studio Musik

NOTHING last forever. Bisa jadi, falsafah itulah yang dianut gelandang Persib Eka Ramdani. Tak selamanya ia bisa berkiprah di panggung sepak bola Indonesia. Tabungan hari tua pun telah ia siapkan. Bukan, bukan sejumlah uang yang disimpan di rekening bank. Ia menginvestasikannya dalam bentuk studio musik yang diberi nama Arka Graha.

Bagi Eka, musik bukanlah hal baru. Sejak duduk di bangku SMP, ia sudah menggandrungi musik. Bahkan, bersama teman-temannya dari Purwakarta, ia membentuk satu grup band. “Si Ebol`z”, julukan bagi pemain bernomor punggung 88 ini didaulat menjadi penggebuk drum.

Sayang, ketertarikannya pada musik harus tergeser. Eka menjatuhkan pilihannya untuk berkiprah di lapangan hijau. Namun, ia tak ingin seperti kacang yang lupa pada kulitnya. Setelah mempunyai modal yang cukup, Eka memutuskan untuk mendirikan satu studio musik di kawasan Jln. Tubagus Ismail Bandung.

“Ya untuk tabungan hari tua,” katanya, sambil tertawa saat ditemui seusai latihan di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, beberapa waktu lalu. Sejak 1,5 bulan lalu, studio musiknya sudah mulai beroperasi. Studio tersebut ia ambil alih dari pemilik lama.

Nama Arka Graha yang dipilihnya diambil dari nama buah hatinya Arka. Sedangkan Graha adalah nama yang dipakai pemilik lama. “Karena, orang sudah mengenal nama itu jadi disarankan untuk dipakai lagi,” ujar Ebol`z. Kabarnya beberapa grup band besar dulu sempat menggunakan studio ini, sebut saja Pas Band dan band-band Bandung lainnya.

Jadwal latihan yang padat dan kesibukan lainnya, membuat Eka tidak bisa 100 persen mengawasi bisnis barunya itu. “Kebetulan teman-teman dari Purwakarta sekarang kan pada kuliah di Bandung. Jadi, teman-teman itu juga yang membantu mengurusi studio,” katanya.

Awalnya, tidak banyak yang tahu kalau Eka Ramdani adalah si empunya studio musik tersebut. “Lama-lama tahu juga. Biasanya yang pakai studio suka tanya, ini punya siapa. Dari situ pada tahu kalau saya yang punya,” ujar skuad Persib yang lahir 24 tahun silam itu.

Selain menjadi bisnis baru, studio ini bisa menyambung kembali kegemaran Eka terhadap musik yang sempat terputus. Bersama teman-temannya pula, Eka masih menyempatkan diri untuk bermain musik. “Masak punya studio enggak main. Seminggu sekali kita latihan, biasanya hari Kamis,” katanya.

Eka mengaku, tidak ada kendala yang berarti dalam menjalankan usaha studio musik ini. Sejak dibuka, usahanya sudah menunjukkan hasil yang lumayan. Meskipun harus diakui, hasilnya tidak sebesar yang ia dapatkan dari bermain bola. Ia optimistis usahanya akan terus tumbuh. “Nanti kalau sudah besar, bisa menjadi sponsor Persib,” katanya berkelakar.

Demi merencanakanan hari depannya, Eka tidak ingin berhenti pada bisnis studio musik ini saja. “Masih lihat-lihat juga kemungkinan buka usaha yang lain,” ujarnya.

Perencanaan masa depan yang ia lakukan, barang kali untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu ia harus gantung sepatu. Saat bintangnya masih bersinar, Eka telah merencanakan masa depannya. Langkah yang ditempuh Eka patut ditiru rekan-rekannya yang lain.

Jika Persib mencatat Eka Ramdani sebagai salah satu pemain bintangnya, maka Arka Graha mencatat namanya sebagai pebisnis. Atau bisa jadi, Eka pun akan mencatatkan namanya sebagai musisi. Kenapa tidak? (Catur Ratna Wulandari)***

Published by hevi.fauzan at 9:50 under Local News

Related Post

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

For Daily News About PERSIB BANDUNG, Enter your email :