373 views

Apr 16 2008

Atep Teratas, Tema Terbawah

BANDUNG, (PR).-

Gelandang Atep dinilai memiliki fisik paling prima berdasarkan hasil serangkaian tes pertama Persib, di Lapangan Sepak Bola UPI Bandung, Selasa (15/4) pagi. Atep yang menempati urutan teratas, dalam waktu 15 menit mampu menyelesaikan lari delapan putaran lebih 190 meter. Atep juga unggul 50 meter dari Hilton Moreira yang membuntuti di bekakangnya.

Menurut pelatih fisik Persib Entang Hermanu, nilai VO2 Max yang dicapai Atep setelah melakukan tes aerobik dengan lari selama 15 menit sebesar 49,296 ml/kg/menit. Namun, nilai tersebut masih jauh dari standar yang ditetapkan Badan Liga Indonesia (BLI) minimal 55.

“Tidak perlu khawatir. Para pemain istirahat cukup lama. Nanti akan diadakan tes serupa sekali lagi setelah sejumlah latihan diberikan. Dari sana akan ketahuan kemajuan dari setiap pemain,” kata Entang seusai mengetes mereka.

Latihan ini diikuti 17 pemain. Sebanyak lima pemain absen, yakni Siswanto (belum bergabung), Nova Arianto, Suwita Pata, Hariono, Eka Ramdani (pelatnas PSSI). Dua pemain, yakni Irwan Wijasmara dan Nyeck Nyobe tidak tuntas menjalani semua rangkaian tes. Irwan berhenti menjalani tes karena kondisinya yang tidak sehat, sedangkan Nyeck Nyobe mengalami kram kaki saat melakukan tes lari. Latihan Rabu (16/4) ini dilaksanakan dua kali, pagi di Pusdikpom sedangkan sore di UPI.

VO2 max terendah adalah kiper Tema Mursadad dengan nilai 35,536 ml/kg/menit hanya mampu menyelesaikan lima putaran ditambah 190 meter. Edi Kurnia menyelesaikan enam putaran dengan VO2 max 37,944 ml/kg/menit. Striker Zaenal Arif berada di peringkat ke-3 dari bawah dengan VO2 max 38,058 ml/kg/menit. Ia hanya mampu melahap enam putaran ditambah 10 meter. “Nilai untuk kiper beda dengan pemain posisi lain,” ujarnya.

Entang mengatakan, sisa waktu selama tiga bulan hingga Liga Super Indonesia 2008 digelar Juli mendatang, akan dimanfaatkan bisa mencapai target tersebut. Meskipun idealnya, penguatan fisik dilakukan selama satu tahun penuh.

Rendahnya nilai VO2 Max yang dicapai kemarin, dinilai Entang, bisa terjadi karena pemain sudah terlebih dulu menjalani serangkaian tes lain sebelumnya. Selain itu, persiapan minim yang dilakukan pemain sebelum menjalani tes ini menjadi sebab lain tidak maksimalnya performa mereka.

Nilai VO2 max yang tinggi amat berharga bagi pemain karena menjadi indikator penentu kemampuan jantung dan paru-paru mereka dalam menampung oksigen. Makin banyak oksigen yang dapat ditampung akan berpengaruh pada tingkat aktivitas yang dapat dilakukan. Jika VO2 max sudah tinggi, pemain tidak akan kesulitan melakukan rangkaian kegiatan gerakan lainnya karena kerja jantung akan maksimal.

Sejumlah tes lain yang juga dijalani pemain kemarin, antara lain kelincahan yang diukur melalui agility test. Pemain diharuskan mengitari sejumlah pancang secara zig zag. Nilai yang diperoleh pemain dari tes ini masih banyak yang belum memuaskan. “Lapangan yang licin menjadi kendala. Tak heran jika banyak pemain yang tergelincir padahal sudah berusaha mengerem lajunya,” tutur Entang.

Menurut Entang, saat ini salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan fisik pemain dilakukan pendekatan secara pribadi. Cara ini dilakukannya untuk memotivasi pemain supaya dapat menunjukkan yang lebih baik lagi.

Nantinya, pemain akan dikategorikan berdasarkan posisi dan perbaikan porsi latihan yang dibutuhkannya. Pengelompokan mereka dibutuhkan supaya pelatih dapat memberikan porsi latihan secara tepat dan memudahkan pemantauan.

Namun yang pasti, peningkatan ketahanan fisik mereka akan dilakukan secara bertahap. Penggemblengan fisik pemain yang akan dilakukan dalam beberapa minggu ke depan, tetap akan diimbangi dengan latihan teknik dan strategi permainan juga, meski dalam porsi yang lebih sedikit. (CA-184/A-65)***

Sumber : Pikiran Rakyat

Published by hevi.fauzan at 4:36 under Local News

Random Posts

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

For Daily News About PERSIB BANDUNG, Enter your email :