Apr 17 2008
Jairon Melebihi Nilai Atep
BANDUNG, (PR).-
Pemain asing Persib yang tengah mengikuti seleksi, Jairon Feliciano Damasio, mencatat nilai VO2 Max lebih tinggi dari Atep. Setelah menjalani serangkaian tes fisik susulan di Lapangan Sepak Bola UPI, Rabu (16/4) sore, nilai VO2 Max Jairon sebesar 51.36 ml/kg/menit.
Jairon sanggup menyelesaikan lari delapan putaran lebih 370 meter dalam waktu 15 menit. Pelatih fisik Persib Entang Hermanu menilai, Jairon sanggup melaksanakan rangkaian tes lainnya dengan baik meskipun kelenturan tubuhnya masih kurang bagus.
Sementara itu, Siswanto yang turut menjalani tes susulan di waktu yang sama, mencapai nilai VO2 Max 48.36 ml/kg/menit. Siswanto juga sanggup menyelesaikan delapan putaran lebih 100 meter.
Nyeck Nyobe dan Irwan Wijasmara yang belum tuntas menyelesaikan keseluruhan rangkaian tes. Mereka masih belum bisa melakukan tes susulan karena kondisi kesehatannya masih belum memungkinkan. Menurut Entang, keduanya masih belum siap untuk dites. “Kalau dipaksakan, hasilnya tidak akan maksimal,” ujarnya.
Bahkan, Irwan absen dalam latihan kemarin sedangkan Nyeck Nyobe yang sempat mengalami kram kaki pada tes pertama, Selasa (15/4), sudah bisa mengikuti latihan bersama 17 pemain lainnya.
Meski pemain terlihat masih kelelahan seusai melakukan tes fisik dua hari sebelumnya, Entang menilai mereka tetap menunjukkan kemauan dan semangat untuk menjalani latihan. Seperti kiper Tema Mursadad yang tetap menjalani latihan, padahal pergelangan kakinya masih cedera
Berdasarkan hasil tes fisik yang dilaksanakan Selasa (15/4), Entang sudah memfokuskan sejumlah materi khusus untuk menjadi menu latihan pemain supaya bisa mencapai target yang diinginkan. Materi kemarin mengagendakan pembentukan kecepatan gerak dan pengembangan aerobik.
“Pemain diinstruksikan melakukan jogging sejauh 100 meter, diselingi lari cepat dalam jarak yang sama. Kedua gerakan itu dilakukan selama 20 menit,” tutur Entang.
Entang menjelaskan bahwa lari memang merupakan materi utama bagi pemain bola karena dapat membuat kondisi fisik pemain menjadi prima.
Ia merujuk pada penelitian yang menunjukkan bahwa selama 90 menit di lapangan saat pertandingan, pemain sepak bola melakukan lari dalam tiga bentuk yang berbeda, yakni jogging, lari cepat, dan sprint. Oleh karena itu, Entang selalu menyelipkan materi lari di sela-sela latihan fisik yang diberikannya.
Dalam seminggu ini, pemain Persib baru dibebani latihan sekali saja dalam sehari. “Mereka masih dalam tahap adaptasi, jangan sampai kondisi tubuhnya kaget karena langsung diforsir untuk melakukan latihan dalam porsi tinggi,” kata Entang. (CA-184)***
Random Posts |
Leave a Reply







