Jul 17 2008
Jangan Ada Teror !
AHMAD YANI, (GM).-
Imbauan agar bobotoh tidak bertindak anarkis terhadap anggota tim Persija Jakarta yang akan menjadi lawan Persib Bandung pada laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008 di Stadion Siliwangi Bandung, Minggu (20/7), terus bermunculan. Setelah pelatih Jaya Hartono, kini giliran manajemen Persib yang secara resmi menyampaikan imbauannya.
“Sikap bobotoh pada saat kita menjamu Persela sudah bagus. Saya berharap terus membaik, termasuk ketika kita menjamu Persija. Saya berharap, tidak ada teror fisik dari bobotoh kepada tim Persija, termasuk di luar lapangan,” kata Manajer Persib, H. Jaja Soetardja di sela-sela menyaksikan sesi latihan Suwita Pata dan kawan-kawan di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Rabu (16/7).
Menurut Jaja, tindakan anarkis terhadap tim tamu sama sekali tidak ada manfaatnya, baik buat bobotoh maupun tim. “Yang ada, tim bakal dirugikan. Kita bisa terkena sanksi dari tindakan anarkis itu, termasuk partai usiran,” katanya.
Dampak yang paling dikhawatirkan Jaja jika terjadi aksi anarkis di Bandung terhadap pemain Persija adalah kemungkinan tindakan balasan saat Persib bertandang ke Jakarta.
“Kalau sampai terjadi aksi kekerasan terhadap tim Persija, mereka pasti akan membalasnya di Jakarta dan itu yang menjadi korban adalah pemain. Ingat, tim Persib harus ke Jakarta dan kali ini (LSI 2008, red), kita akan ke Jakarta bukan hanya lawan Persija, tapi juga Persitara dan PSMS,” tutur Jaja, mencoba mengingatkan dampak buruk jika terjadi tindakan anarkis terhadap tim Persija.
Selain Jaja, Asisten Manajer Persib, H. Umuh Muhtar pun mengimbau hal yang sama. Ia berjanji, menjelang pertandingan melawan Persija akan melakukan pendekatan secara persuasif kepada perwakilan bobotoh. “Ya, nanti saya juga akan proaktif melakukan pendekatan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Pelatih Jaya Harono pun turut mengulangi imbauannya. “Ini Liga Super. Saya harap, bobotoh bisa membuka lembaran baru di era kompetisi profesional ini. Sudah bukan zamannya lagi aksi kekerasan penonton,” katanya.
Pengamanan spesial
Sementara itu, Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Persib mengaku tengah menyiapkan pola pengamanan spesial untuk tim Persija Jakarta. Menurut Ketua Panpel, Iwan Kartiwan, untuk menjalankan pola pengamanan khusus itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak keamanan.
“Intinya, kita tidak mau mengambil risiko sedikit pun. Tujuan pengamanan spesial ini diharapkan menjadi awal yang baik, bukan hanya untuk Persija, tapi juga Persib. Dengan sistem pengamanan itu, kita harapkan saat bertandang ke Jakarta, Persib mendapatkan perlakuan pengamanan serupa dari Persija,” katanya. (B.82)**
Related Post |
Leave a Reply







