Aug 23 2008
Jaya Akhirnya Melirik Pola 3-5-2
Ichsan/Deni Ahmad Fajar
BANDUNG, TRIBUN - Pola 4-4-2 yang diterapkan tim pelatih kepada tim Persib pada beberapa pertandingan Liga Super Indonesia (LSI), nampaknya akan mengalami revolusi. Faktanya tim pelatih Persib di bawah komando Jaya Hartono mulai melirik kembali pola 3-5-2 yang sebelumnya ditanggalkan dari tim Maung Bandung.
Ketika Persib menekuk Persitara Jakarta Utara 2-0 di Stadion Siliwangi, Jaya terbukti menerapkan pola 3-5-2. Jaya memakai pola 3-5-2 setelah Suwita Patha dkk gagal menerobos pertahanan Persitara di babak pertama. Pada pertandingan-pertandingan sebelumnya Persib juga tampil kurang greget dengan pola 4-4-2.
Asisten Pelatih Persib Robby Darwis tidak menyangkal soal kemungkinan Persib kembali memainkan pola 3-5-2. Namun soal kepastian kembali kepada pola 3-5-2, Robby enggan berkomentar. “Wah kalau soal pola permainan, itu urusan pelatih kepala,” elak Robby ketika ditanya Tribun, Jumat (22/8).
Namun Robby mengakui, dirinya terus melakukan diskusi serius dengan Jaya tentang pola dan formasi permainan yang paling pas untuk tim Maung Bandung. Bahkan kata Robby, kesiapan Jaya menerapkan pola 4-4-2 saat Persib menumbangkan Persitara, tak lepas dari masukan yang diberikannya para asusten pelatih kepada Jaya.
Sebelumnya Jaya selalu ngotot dengan pola 4-4-2. Dengan pola ini, Jaya bertekad menciptakan permainan baru di Persib yang selama ini dikenal sebagai tim yang bermain cantik. “Dengan pola 4-4-2 saya bertekad menciptakan Persib yang bermain cantik sekaligus menyerang. Persib harus bisa main menyerang tanpa meninggalkan ciri permainan indah yang sudah terkenal,” papar Jaya ketika baru menginjakkan kaki di tim Maung Bandung.
Namun kenyataannya, dengan menggunakan pola 4-4-2 pada lima kali pertandingan Liga Super, Persib kebobolan hingga sepuluh gol. Pola 4-4-2, seperti disinggung Robby, meninggalkan titik lemah di lini belakang. “Kita kembali mencoba pola 3-5-2 karena untuk bermain dengan pola 4-4-2, pemain perlu proses yang cukup panjang,” tambah Jaya seusai Persib meladeni Persitara dengan pola 3-5-2.
Pengamat sepak bola Hilman Purakusumah, menilai pola 4-4-2 tidak cocok dengan Persib. Pasalnya pemain belakang Persib, menurut Hilman, lebih familiar dngan pola 3-5-2. “Maman Abdurahman itu seorang stoper, kalau dipasang sebagai bek kiri nggak akan bisa. Makanya jangan heran kalau serangan lawan seringkali mengalir dari sisi kiri Persib,” tutur Hilman. (san/daf)
Random Posts |
Leave a Reply






