Aug 25 2008
Kesulitan Dana Jangan Jadi Kendala
BANDUNG, (PR).-
Kesulitan dana yang menimpa Persib jangan mengganggu persiapan “Pangeran Biru” untuk menghadapi lanjutan putaran Liga Super Indonesia (LSI) 2008. Pemain dituntut untuk memiliki kebijaksanaan walaupun diakui mantan striker Persib, Sutiono, itu bukanlah hal mudah.
“Kesulitan keuangan bukan hanya dihadapi Persib. Klub-klub lain, seperti Persik dan Sriwijaya juga Persija, PSIS, serta Persitara juga sama. Oleh karena itu, perlu kelapangan hati semua pihak untuk menerima kondisi ini,” ujar Sutiono dihubungi “PR”, Sabtu (23/8) malam.
Berdasarkan pengalamannya sebagai pemain, Sutiono mengakui jika permasalahan tersebut sedikit banyak akan berpengaruh pada kinerja di lapangan. Apalagi, bagi pemain yang Muslim, pengeluaran segera akan membengkak menjelang Ramadan dan Idulfitri.
“Kalau dulu, pemain terbiasa dengan kesulitan dana, tetapi sekarang kan kondisinya beda. Perlu ada pendekatan dari pengurus untuk merangkul pemain. Intinya harus tumbuh kesadaran bersama agar kesulitan dana ini tidak berimbas pada merosotnya prestasi Persib musim ini,” kata Sutiono.
Saat ini, Persib masih berada di peringkat ke-9, dengan mengemas 13 gol dan kemasukan 10 dari enam pertandingan. Setelah menjalani satu bulan libur, Persib akan menjalani laga tandang, berhadapan dengan Sriwijaya FC (14 September) dan PSMS Medan (20 September). Dengan kondisi ini, berulang kali pelatih Jaya Hartono mengungkapkan jika posisi Persib tidak aman.
Setelah dua kali harus menjalani laga kandang tanpa penonton dan belum memiliki jaminan bisa tampil di Stadion Siliwangi dengan disaksikan bobotoh, kesulitan dana yang melilit Persib semakin menambah panjang persoalan yang bisa berpengaruh terhadap performa tim. “Mudah-mudahan, pengaruhnya bisa dikurangi sehingga Persib bisa kembali memetik kemenangan pada laga tandang maupun kandang, dengan atau tanpa penonton,” kata Sutiono.
Kurang komunikasi
Komunikasi dan saling pengertian antarpemain di semua lini dinilai Sutiono masih kurang untuk menopang kebutuhan Persib dalam mengarungi LSI. Ia mengaku kerap menemukan kurangnya koordinasi antarpemain, khususnya di lini belakang. Tidak jarang, ketika satu pemain belakang maju, pemain lain yang bertugas di lini pertahanan terlambat menutup ruang kosong. Akibatnya, lini pertahanan rapuh.
Masuknya pemain baru, Fabio Lopes Alcantara, dinilai Sutiono akan sedikit berpengaruh terhadap tim. Pemain harus melakukan adaptasi baru, yang dinilainya sampai sekarang belum berjalan baik. Adaptasi paling sulit akan terjadi di lini depan karena di sana sedikitnya lima pemain bersaing untuk memperebutkan posisi pemain inti. Kondisi Hilton Moreira lebih diuntungkan karena ia bisa juga ditempatkan sebagai gelandang serang.
“Sekarang masih ada waktu kurang dari satu bulan untuk mempersiapkan pertandingan selanjutnya. Waktu yang tersisa ini bisa dimanfaatkan pelatih untuk mengasah komunikasi dan kerja sama antarpemain, selain mempertajam lini depan Persib dan meningkatkan kedisiplinan lini belakang,” ujar Sutiono.
Persib akan kembali berlatih mulai, Senin (25/8), dan kembali libur tiga hari sebelum memasuki Ramadan. Pemain akan kembali berlatih pada hari ketiga Ramadan, namun dengan porsi latihan yang lebih ringan karena sebagian besar pemain menjalankan ibadah puasa. (A-150)***
Penulis:
Random Posts |
Leave a Reply







