Aug 13 2008
Komdis Denda Persib Rp 20 Juta
Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan denda sebesar Rp 20 juta kepada tim Persib karena saat berhadapan dengan Persik enam pemainnya mendapat kartu kuning, di Stadion Manahan Solo, Selasa (5/8). Sesuai peraturan, jika sebuah tim dalam satu pertandingan mendapatkan hukuman lebih dari tiga kartu kuning dikenai denda Rp 20 juta.
Nasib Persik sama seperti Persib, namun dendanya lebih besar. Denda Persik Rp 30 juta karena pemainnya menerima tiga kartu kuning dan satu kartu merah. Selain Persib dan Persik, tim lain yang juga dikenakan denda Rp 20 juta dalam kasus yang sama yaitu Persita (5 kartu kuning) dan Persija (6 kartu kuning).
Enam pemain Persib yang menerima kartu kuning tersebut, yaitu Nova Arianto (menit ke-8), Waluyo (42), Salim Alaydrus (50), Nyeck Nyobe (51), Suwita Pata (53), dan Atep (90). Denda itu di luar hukuman denda akumulasi kartu kuning. Pemain yang mendapat akumulasi kartu kuning didenda Rp 3 juta.
Menurut Ketua Komdis PSSI Hinca Panjaitan, putusan tersebut dijatuhkan karena kedua tim melanggar pasal 52 kode disiplin PSSI mengenai tingkah laku buruk. “Sekarang ini komdis berusaha untuk meminimalisasi tingkah laku buruk pemain di lapangan karena kalau terus dibiarkan akan menjadi sebuah kebiasaan yang akan merugikan tim itu sendiri,” ujar Hinca seusai sidang komdis di Kantor PSSI Senayan Jakarta, Selasa (12/8).
Dikatakan Hinca, saat ini dalam setiap pertandingan ada kecenderungan pemain yang mendapat kartu kuning meningkat. “Seperti Persik Kediri. Dalam tiga kali pertandingan, setiap pertandingannya selalu mendapat kartu kuning yang banyak. Makanya, Persik mendapat denda lebih besar karena berturut-turut mendapat kartu kuning yang banyak,” katanya.
Ditambahkan Hinca, jika pemain mendapat kartu kuning karena berusaha mempertahankan gawangnya dari kebobolan, itu bisa dimengerti. “Tapi ini kadang saat bola berada di tengah lapangan, pemain melakukan pelanggaran yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. Ini kan bisa merugikan tim,” ucap Hinca.
Lebih jauh Hinca menerangkan, kerugian juga bisa dialami timnas saat pemain tersebut masuk timnas. “Sebagai contoh, saat Indonesia melawan Korsel di Piala Asia, di menit-menit awal pemain Indonesia sudah mendapat kartu kuning karena melanggar yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. Ini bisa jadi karena ada kecenderungan pemain saat tampil di kompetisi melakukan hal-hal yang tidak perlu untuk diganjar kartu kuning, sehingga terbawa saat masuk timnas,” ucapnya.
Sementara itu, pemain Persib Salim Alaydrus dan pemain Persik Khusnul Yuli mendapat peringatan keras karena keduanya cenderung melakukan upaya akan berkelahi, meski akhirnya tidak terjadi.
Panpel dipanggil
Komdis merencanakan Selasa (19/8) akan memanggil panpel Persib untuk dimintai keterangan mengenai batalnya pertandingan Persib melawan Arema, Selasa (12/8).
“Arema melakukan protes karena telah mengeluarkan biaya untuk menghadapi pertandingan melawan Persib yang akhirnya batal,” kata Hinca.
Oleh karena itu, komdis akan memanggil panpel untuk menerangkan kerugian tersebut. “Begitu juga dengan panpel Persib, kenapa sampai batal menggelar pertandingan, padahal tim tamu sudah siap bertanding,” kata Hinca.
Random Posts |
Leave a Reply







