Jul 03 2008
Persikabo Permalukan “Pangeran Biru” 2-0
BANDUNG, (PR).-
Menjelang tampil di Liga Super Indonesia (LSI) 2008, Persib mendapat pelajaran berharga dari Persikabo Kab. Bogor, setelah menderita kekalahan 0-2 pada pertandingan uji coba terakhir Persib di Stadion Siliwangi Bandung, Rabu (2/7) malam.
Dua gol yang mempermalukan tim “Pangeran Biru” itu, dicetak lewat sundulan Mauro menit ke-13 dan Agung (18). Bagaimana tidak, Persikab merupakan tim yang akan berlaga di kompetisi divisi utama, sedangkan Persib akan berlaga satu kasta di atasnya, yaitu LSI.
Pada pertandingan kemarin, sejak awal pelatih Persib Jaya Hartono menampilkan pemain inti. Padahal, sehari sebelumnya Jaya menuturkan akan memanfaatkan pertandingan ini untuk menampilkan para pemain lapis keduanya.
Kekalahan ini juga membuat para bobotoh kecewa dan meneriakkan agar Jaya diganti, seusai wasit Tisna meniup peluit tanda pertandingan berakhir.
Jaya mengakui, para pemainnya kecolongan dengan dua gol yang bersarang di gawang Tema Mursadad. “Kami minta maaf kepada seluruh penonton. Insya Allah kami tidak akan mengulangi kekalahan ini,” kata Jaya Hartono seusai pertandingan.
Gol kedua Persikabo, menurut Jaya, akibat gagalnya pemain menjaga pergerakan lawan. “Man to man marking-nya tidak berjalan. Tadi, lawan bebas tidak ada penjagaan. Seharusnya di daerah penalti, lawan tidak boleh dibiarkan bebas,” katanya.
Jaya juga mengakui telah terjebak dengan serangan balik dari Persikabo. “Ini pelajaran berharga untuk kami. Defensive counter seperti ini yang harus diwaspadai karena di liga kita akan menghadapi yang seperti ini juga. Saya tidak menyalahkan pemain, mereka sudah berjuang keras,” ujarnya.
Jaya mengingatkan anak asuhnya agar tidak saling menyalahkan dengan kekalahan ini. “Ini adalah cambuk untuk kita semua,” ungkapnya kepada anak asuhannya di ruang ganti.
“Ini harus menjadi pelajaran berharga untuk bekal menghadapi liga. Kekalahan ini tidak akan memengaruhi semangat kami. Kami tetap optimistis di liga nanti. Ini baru pertandingan uji coba,” tutur sang kapten Suwita Pata.
Pelatih Persikabo Suimin Dihardja mengatakan, kemenangan anak asuhannya ini justru membuat dirinya takut para pemain akan terlalu percaya diri saat main di kompetisi yang sebenarnya. “Bagi saya kemenangan atas Persib ini bisa menjadi bumerang. Saya khawatir para pemain nantinya akan lupa diri dan memiliki rasa percaya diri berlebihan karena mampu mengalahkan Persib. Hal ini sangat menakutkan bagi saya,” ujar pelatih asal Medan ini.
Kemenangan ini juga disambut gembira Manajer Persikabo H.M. Ridwan. “Kemenangan ini telah mengukir sejarah bagi Persikabo, apalagi kami menang di kandang Persib. Selama ini, kami tidak pernah menang dari Persib, prestasi terbaik hanya main imbang,” ujar manajer asal Bandung ini.
Kerangka inti
Pada pertandingan kemarin, Jaya menampilkan kerangka inti yaitu kiper Tema Mursadad, Gilang Angga, Nova Arianto, Nyek Nyobe, Maman Abdurahman di belakang. Kemudian Atep, Hariono, Suwita, dan Cabanas di tengah, serta Hilton Moreira dan Rafael Bastos sebagai striker.
Posisi ini kurang ideal, karena dua pemain di posisi yang sama di gelandang bertahan yaitu Suwita dan Hariono tampil bersamaan. Sedangkan Cabanas yang di liga tahun lalu menempati posisi gelandang sebagai playmaker digeser ke sayap kiri.
Posisi seperti ini hampir sama ketika Persib kalah dari Persiwa Wamena pada kejuaraan HUT Persebaya, beberapa waktu lalu. “Saya memasang dua gelandang bertahan agar di tengah bisa kuat, sayap yang aktif bergerak. Cabanas dan Atep bisa menyerang dari sayap,” ujar Jaya.
Di awal pertandingan, Persib mampu menguasai permainan. Bahkan, Bastos nyaris mencetak gol ketika sudah berhadapan dengan kiper M. Halim. Namun, Bastos gagal menyarangkan bola ke gawang karena Halim mampu menghadang laju bola yang ditendang Bastos.
Malapetaka justru terjadi bagi Persib di menit ke-13, ketika serangan balik dilakukan Persikabo. Berawal ketika umpan dari sisi kiri pertahanan Persib, bola melambung ke depan gawang. Mauro yang berdiri bebas tanpa mendapat kawalan dari para pemain Persib, dengan mudah melakukan sundulan yang gagal dihalau Tema.
Lima menit kemudian, kelengahan para pemain Persib membuat Persikabo mencetak gol kedua, melalui sundulan Agung yang memanfaatkan sepak pojok Mardiansyah. Kedudukan 2-0 untuk Persikabo bertahan hingga babak pertama selesai.
Di babak kedua sempat terjadi kericuhan pada menit ke-56, antara Cecep Supriatna yang masuk menggantikan Tema Mursadad, dengan Nico Susanto. Kericuhan ini berawal ketika Cecep berebut bola dengan Rodrigo, dan keduanya tergeletak. Namun, tiba-tiba Nico menghampiri Cecep. Keributan di antara keduanya terjadi.
Beruntung pemain lain tidak terpancing emosinya, dan memisahkan kedua pemain tersebut. Keributan ini membuat para penonton yang berada di tribun samping selatan melakukan pelemparan botol air mineral ke tempat bangku cadangan para pemain dan ofisial Persikabo.
Di babak kedua ini, para pemain Persib menguasai permainan. Sedikitnya ada lima peluang emas yang gagal menjadi gol. Tendangan Maman di menit ke-55 mampu diblok kiper M. Halim, begitu juga dengan tendangan Cabanas menit ke-67, tendangan dan sundulan Bastos menit ke-71, 76 dan 78, semuanya mampu dimentahkan Halim yang tampil gemilang.
“Di babak kedua, banyak peluang yang tercipta. Tetapi memang penjagaan pemain belakang Persikabo sangat rapat. Mereka ingin mengamankan dua gol yang sudah didapat. Akibatnya, anak-anak jadi ditekan waktu. Mainnya jadi terburu-buru. Bahkan di daerah penalti juga tidak tenang,” kata Jaya. (A-105/CA-170)***
Related Post |
Leave a Reply







