111 views

Jun 24 2008

Proses Lelang Panpel Persib Tak Transparan

Oleh : deni ahmad fajar

BANDUNG, TRIBUN - Tiga perusahaan diinformasikan menyodorkan diri ikut lelang guna mendapat hak eksklusif sebagai panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persib di Liga Super 2008/2009.

Tiga perusahaan itu membawa bendera Sri Mulya Utama Grup, Langit Biru Management, dan Titian Sakti Makmur. Perwakilan ketiga perusahaan itu Senin (23/6) diterima Ketua Harian Persib H Edi Siswadi.

Sayang, tidak diperoleh informasi memadai mengenai proses lelang itu, apa siapa atau profil perusahaan-perusahaan peserta tender tersebut. Pertemuan Edi Siswadi dan perwakilan ketiga perusahaan itu juga tertutup untuk media.

Edi Siswadi dan Sekretaris Eksekutif Persib Edi Djukardi malah menjanjikan informasi akan diberikan jika pemenang tender ini telah ditetapkan. “Mudah-mudahan minggu ini akan diketahui siapa pemenangnya. Yang pasti, pemenangnya satu dari tiga perusahaan tadi,” kata Edi Djukardi.

Edi juga tidak mau mengungkap berapa penawaran tertinggi yang disodorkan peserta tender dari tawaran awal manajemen Persib yang mematok harga Rp 1,5 miliar. Proses tender panitia pelaksana pertandingan Persib untuk Liga Super ini pun dikritik Hilman Purakusumah.

Mantan praktisi perbankan yang pernah ikut mengurus Persib beberapa tahun lalu ini mengatakan tender seharusnya digelar terbuka. Proses yang transparan ini memberikan kesempatan kepada publik untuk mengetahui siapa yang paling pantas terpilih.

“Publik harus tahu berapa harga untuk jadi panpel Persib. Dan idealnya Persib memilih penawar paling tinggi. Kalau misalnya Persib memasang harga minimal sebesar satu setengah miliar rupiah, penawar yang dipilih harus di atas harga tersebut,” ujar Hilman.

“Bukan malah sebaliknya. Untuk itu, harus dipresentasikan secara detail apa misi dan program yang disodorkan si penawar. Dalam kesempatan sama, harus ditegaskan pula kewajiban dan hak panpel. Misalnya kalau sudah dipegang pihak ketiga dari pihak swasta, Persib tidak bisa lagi merecoki panpel,” urai Hilman.

Hilman menambahkan, pilihan kepada penawar tertinggi harus diterapkan bila tujuannya benar-benar untuk memberikan kontribusi kepada tim Persib. Tentang banderol Rp 1,5 yang ditetapkan manajemen Persib, harga itu menurut Hilman sudah pantas.

“Itu memang harga yang tinggi, bila panpel sebelumnya selalu mengaku rugi. Tapi itu sebenarnya harga wajar karena pertandingan Persib berpotensi mengembalikan uang sebesar itu. Bila dikelola secara profesional, pertandingan Persib akan menguntungkan,” tutur Hilman.

Hilman lantas menyebutkan ada banyak hal yang bisa mendatangkan uang dari pertandingan Persib, di antaranya adalah sponsor, hak siar, dan penjualan tiket. Soal kebocoran tiket, Hilman optimistis pada saatnya bisa diatasi.

“Asal kita semua punya komitmen sama untuk memajukan Persib. Memajukan Persib jangan hanya jadi komitmen ketua umum,” tambah Hilman, yang kini berprofesi sebagai wiraswastawan.

“Saya sendiri melihat, lelang panpel menjadi bukti Persib untuk jadi profesional. Pada tahap awal, mungkin tidak akan langsung berjalan sempurna. Tapi ini memang harus dimulai,” ujar Hilman. (daf)

Published by hevi.fauzan at 6:53 under Local News

Related Post

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

For Daily News About PERSIB BANDUNG, Enter your email :