Jul 19 2008
Redam Emosi Jika Tak Mau Rugi
Tribun Jabar/Januar P Hamel
PARTAI mana yang paling seru di Liga Super, pasti Persib vs Persija jawabannya. Fakta itu tak terbantahkan. Semua energi bakal tercurahkan pada pertarungan dua tim besar di jagat sepakbola Indonesia ini. Analoginya seperti Real Madrid vs Barcelona di Spanyol, Everton vs Liverpool di Inggris, atau AC Milan vs Inter Milan di Italia. Maklum, baik Persib maupun Persija memiliki suporter sangat fanatik.
Persib punya Viking dan Persija punya Jakmania. Mereka rela berbuat apa pun demi mendukung tim kesayangannya. Itu pula yang menyulut pertarungan dua raksasa sepabola Indonesia ini menjadi panas dan penuh emosi.
Tengok saja ke belakang. Mulai dari pelemparan batu pada bus pemain hingga memukul pemain yang dilakukan kedua belah pihak tak pernah terlewatkan pada dua tahun terakhir. Situasi angker seperti tak pernah terlepas dari partai yang sesungguhnya sayang dilewatkan ini.
Siapa yang salah? Tentu sangat sulit mencarinya. Tapi yang jelas, perseteruan yang kadung mendarah daging ini harus diredam, syukur-syukur disudahi. “Sepanjang sejarah sepakbola Indonesia, baru kali ini orang Jakarta tak bisa menonton sepakbola di Bandung, dan orang Bandung tak bisa menonton sepakbola di Jakarta,” kata Sekjen PSSI Nugraha Besoes.
Kang Nunu, begitu dia biasa disapa, yang juga tokoh PS UNI, mengaku sangat sedih melihat kenyataan seperti itu. Tapi, dia masih berharap perseteruan itu bisa berakhir.
Itu juga yang menjadi harapan gelandang Persib Eka Ramdani. Pemain nasional Indonesia ini bukan lagi mengimbau, tapi meminta kepada bobotoh untuk bisa meredam emosi pada pertandingan nanti. “Kita rugi kalau ada kejadian yang tak diinginkan,” kata Eka pada Tribun, Kamis (17/7). Eka punya kalkulasi sendiri. Andaikan pada akhir kompetisi Persib masih membutuhkan poin untuk meraih gelar juara, Maung Bandung akan terjepit.
Sebab, Persib harus melawan Persija di Stadion Gelora Bung Karno pada pertandingan terakhir. Liga Super Indonesia (LSI) tidak menganut lagi sistem turnamen yang menggelar babak delapan besar, semifinal, dan final.
Juara LSI adalah tim yang berada di puncak klasemen, seperti pada umumnya liga-liga di Eropa. Kerugian lainnya adalah ketika Persib harus bertandang ke PSMS yang sekarang ber-homebase di Stadion Gelora Bung Karno.
Bermain tanpa pendukung bagi Eka cs tentu sangat merugikan. Padahal situasinya sangat menguntungkan karena PSMS, meskipun di kandang sendiri, mainnya bukan di Stadion Teladan Medan yang terkenal sangar.
Hitungan Eka memang masih mengawang-awang, tapi perlu juga direnungkan agar Persib aman untuk meraih gelar yang selama ini didambakan. Gelar yang terlepas sejak Sutiono cs berhasil menggapainya pada 1995 memang tak pernah tergapai lagi.
Dana miliaran dari APBD Kota Bandung telah digelontorkan, tapi hasilnya sangat memprihatinkan. Momen kompetisi LSI yang dimulai tahun ini tentu saja harus dijaga jika bobotoh ingin Persib menorehkan prestasi.
Tak heran Panglima Viking Ayi Beutik, yang dikenal masuk kategori bobotoh garis keras, menyerukan para bobotoh untuk tidak anarkis. “Mengimbau anggota Vikingjangan ada pelemparan baik di lapangan maupun di luar lapangan kepada tim Persija,” kata Ayi Beutik.
Menunggu Persib untuk juara selama 13 tahun memang bukan waktu sebentar. Terus terang, melihat permainan Maung Bandung saat melumat Persela, formasi tim kali ini sangat menjanjikan. Sayang kan kalau dicederai! (jan)
Related Post |
Leave a Reply







